Mengapa riwayat koin penting di Bitcoin?
Bitcoin tidak mengenal saldo akun dalam arti biasa. Setiap transaksi membelanjakan output tertentu dari transaksi sebelumnya, sehingga jalur koin bisa ditelusuri mundur sampai banyak langkah. Database analitik mengikuti jalur ini dan menilai dari mana uang itu datang.
Wallet biasanya membuat alamat baru untuk setiap penerimaan. Alamat baru bisa saja belum punya tanda, padahal koin di dalamnya berasal dari sumber meragukan. Saat menerima deposit, exchange melihat transaksi masuk itu beserta riwayatnya.
Khusus untuk Bitcoin, output dari mixer dan transaksi gabungan seperti CoinJoin dipandang dengan curiga oleh sebagian database dan exchange.
Alamat mana yang dicek: milik sendiri atau milik pengirim?
Jika Anda menerima bitcoin, cek alamat pengirimnya: riwayat alamat itulah yang menentukan apakah deposit ke exchange akan dipersoalkan. Minta lawan transaksi memberikan alamat yang akan dipakai untuk mengirim, lalu cek sebelum transaksi.
Jika Anda yang mengirim, cek alamat penerima. Transfer ke alamat yang ditandai bisa tertahan di exchange penerima, sementara transaksi Bitcoin tidak bisa dibatalkan.
Alamat Anda sendiri sebaiknya dicek sebelum deposit besar, terutama jika pernah menerima uang dari orang yang tidak dikenal. Langkah saat deposit sudah dibekukan ada di halaman pembekuan AML.